Apaitu Portofolio. Sebelum membahas lebih lengkap tentang portofolio, alangkah baiknya kita tahu dulu pengertian apa itu portofolio. Secara etimologi portofolio terdiri dari dua kata yaitu “port” yang asalnya dari kata report yang artinya laporan dan “folio” yang artinya lengkap atau full. Jika kita digabungkan, portofolio adalah kumpulan dokumen yang berasal Bagikan Cara Membuat Resensi, Langkah-Langkah dan Contoh yang Baik dan Benar – Untuk murid jenjang sekolah, perguruan tinggi atau seorang penulis, dan sastrawan pasti pernah membuat ringkasan suatu buku. Membuat resensi buku tidak bisa asal membuat penilaian terhadap suatu bukui saja, namun ada beberapa ketentuan yang harus dilakukan saat Kuranglebih terjemahannya adalah "Barang siapa yang istikhfaf (menyepelekan) guru/dosen, Allah akan mengujinya dengan tiga perkara, yaitu : lupa apa yang sudah dihafalkan, tumpul lisannya, dan pada akhirnya menjadi faqir." Ketika menghadapi ujian semester/apapun, saya punya cara tersendiri dalam belajar. ApaItu Public Speaking. Pengertian dan metode public speaking secara umum dapat diartikan sebagai komunikasi lisan, baik yang dilakukan secara bertatap muka kepada umum ataupun terhadap sekelompok orang tertentu. Berbicara di depan umum itu sendiri tidak melulu dalam bentuk kita mengisi acara workshop atau seminar. JenisJenis Brand Awareness. 1. Brand Recall. Ini adalah branding dari nama merek dagang. Saat kamu mencari produk dengan kata kunci ‘air putih’, 3-5 merek pertama yang kamu ingat adalah konsep sukses dari brand recall . 2. Pengakuan Brand. Kebalikan dari brand r ecall. Kamu tidak mengingat nama merek tersebut, tapi saat seseorang zNadJ. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Teman-teman pasti sudah sering menemukan kalimat "Gunakanlah bahasa yang baik dan benar!" entah saat membaca buku panduan jitu untuk menulis atau ketika guru memberi tugas menulis paper. Nah, sebetulnya apa yang membuat suatu tulisan atau ucapan dapat disebut 'sudah memenuhi kriteria bahasa yang baik dan benar'? Apakah bahasa yang baik dan benar adalah sama dengan ragam bahasa formal?Jika teman-teman masih memahami bahasa yang baik dan benar sebagai bahasa formal, well sebetulnya anggapan tersebut kurang tepat. Nyatanya, bahasa yang baik lebih erat kaitannya dengan level interaksi sosial sesama manusia. Maksudnya, manusia kan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan cara berbicara tergantung situasi, kondisi, serta siapa lawan bicaranya. Jika bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan sikon dan kedudukan lawan bicara, barulah penggunaan suatu bahasa dapat dikatakan memenuhi kriteria bahasa yang baik. Perhatikan contoh percakapan seorang tukang sayur dengan pembelinya berikut Gambar ilustrasi tukang sayur dengan pembeli/Dokpri Dialog 1 Ibu Nani “Bang, bayam seikat berapa, ya?”Tukang Sayur “Tiga ribu aja, Bu. Murah.”Dialog 2Ibu Nani “Apakah seikat bayam masih tersedia? Kalau masih, berapa harganya?” Tukang Sayur “????”Dari kedua contoh dialog di atas, anehnya tukang sayur merasa kebingungan dengan pertanyaan Ibu Nani walaupun ilokusioner maksud dan/atau tujuan dari perkataan Ibu Nani terlihat jelas. Mengapa demikian? Jawabannya, bahasa yang digunakan oleh beliau bukan merupakan bahasa yang baik karena mengabaikan sikon dan kedudukan lawan bicara. Dalam laras jual-beli, kita diharapkan untuk menggunakan bahasa yang santai dan to the point alias tidak bagaimanakah ketentuan bahasa yang benar? Berbeda dengan kriteria bahasa yang baik, sebuah kalimat dapat disebut memenuhi bahasa yang benar jika susunan kalimatnya sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Kaidah kebahasaan yang dimaksud adalah pemilihan kata, penggunaan konjungsi, penggunaan imbuhan, hingga penggunaan tanda baca. Untuk lebih jelasnya, silakan bandingkan dua contoh wacana berita di bawah ini 1 2 Lihat Bahasa Selengkapnya Setelah kamu lolos tahap interview yang pertama biasanya dengan bagian HRD, maka tahap selanjutnya adalah umumnya kamu harus menghadapi pertanyaan dari user. User adalah seseorang dari perusahaan yang akan bekerja secara langsung dengan kamu apabila kamu berhasil dipekerjakan. Biasanya user ini akan menjadi atasan, supervisor, team leader, atau seorang kepala divisi di mana kamu nantinya akan bekerja apabila diterima. Interview dengan user ini sangat penting, agar user tahu bagaimana karakteristik dan gambaran kemampuan orang yang nantinya akan bekerja langsung dengannya. Interview ini penting karena melalui interview dengan user ini berarti akan ada lebih besar kesempatan bagi kamu untuk lolos dan dapat diterima bekerja. Untuk menunjuang persiapanmu dalam mengikuti serangkaian interview terlebih dengan user, simak contoh pertanyaan interview yang sudah Glints rangkum untuk kamu! Contoh Pertanyaan Interview User 1. “Apa kamu sudah paham job description pekerjaan ini?” © Freepik Pertanyaan ini adalah pertanyaan bersifat umum yang paling penting. Seorang user ingin tahu apakah kandidat yang lolos dari tahap interview sebelumnya telah memahami apa job description dari pekerjaan yang dilamarnya. Untuk menjawab pertanyaan ini tergantung pada dua hal. Pertama, apakah kamu benar-benar memahaminya? Jika kamu memang sudah tahu, memahami, dan menguasainya, kamu hanya perlu menjelaskan dan memaparkannya kepada user untuk membuatnya yakin. Kedua, jika kamu tidak benar-benar yakin dengan apa yang sudah kamu pahami dengan jobdesc tersebut, kamu bisa mengakalinya dengan terlebih dahulu menjelaskan apa yang kamu pahami. Setelah itu, kamu bisa mengakhiri jawaban dengan pertanyaan untuk mengonfirmasi apakah ada hal yang tidak kamu ketahui dan jika ada kamu ingin mengetahuinya. Dengan begitu, user pasti akan lebih senang hati dalam menjelaskan jobdesc yang kemungkinan belum kamu ketahui. 2. “Bagaimana kamu menyelesaikan tugas dalam waktu singkat?” © Freepik Pertanyaan ini merujuk bagaimana kamu dapat bekerja dalam tekanan, serta apakah kamu bisa multitasking. Menurut Monster, kamu mungkin akan diberikan kondisi di mana kamu harus menyelesaikan banyak tugas di satu hari Melalui pertanyaan interview ini, user ingin tahu bagaimana cara bekerja kamu secara profesional. Dalam menjawab pertanyaan ini, penting bagi kamu mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki. 3. “Tim seperti apa yang akan membantumu bekerja?” © Freepik Tidak hanya ingin mengetahui karakter, profesionalisme, dan kemampuanmu, tetapi user juga tentunya ingin mengetahui bagaimana kamu bekerja dalam sebuah tim. Hal ini dikarenakan kesuksesan sebuah perusahaan serta kualitas pekerjaan juga sangat dipengaruhi oleh soliditas sebuah tim. Seorang user tentunya akan mencari seorang kandidat yang dapat bekerja sama dalam sebuah tim. Kamu bisa menjawab pertanyaan interview user ini dengan menyebut bahwa kamu mengharapkan untuk bekerja sama dalam sebuah tim yang solid, kompak, mau menerima dan mendengarkan pendapat Selain itu, jelaskan juga jika kamu berharap memilki tim yang membantu dan membangunmu dalam berkembang serta membimbingmu apabila kamu berada dalam kesulitan. Dengan begitu, kamu dapat secara maksimal memberikan kontribusi pada tim terkait suatu pekerjaan. Selain itu, kamu juga bisa berkembang dan belajar banyak hal melaui bimbingan dari setiap anggota tim. Kamu juga bisa menambahkan bahwa kualitas suatu proyek atau pekerjaan serta kemajuan suatu perusahaan sangat ditentukan dengan soliditas sebuah tim. 4. “Apakah kemampuanmu terbatas pada yang kamu sebutkan?” © Shutterstock Seorang user pastinya mengharapkan seorang pekerja yang selalu mau belajar dan berkembang, tidak terbatas pada suatu tingkat tertentu. Terkadang, suatu pekerjaan atau proyek memaksamu untuk menguasai kemampuan yang sebelumnya tidak kamu miliki. Oleh karena itu user pastinya mengharapkan seseorang yang selalu mau belajar hal baru dan cepat beradaptasi akan lingkungan dan situasi yang terus-menerus berubah. Kunci dari jawaban akan pertanyaan ini adalah cara kamu untuk meyakinkan user bahwa kamu adalah seseorang yang cepat beradaptasi sesuai dengan lingkungan dan situasi yang fluktuatif serta selalu mau belajar hal baru. Agar user semakin yakin, kamu bisa menyisipkan pengalaman pekerjaan kamu sebelumnya yang relevan dengan pertanyaan interview ini. 5. “Apa contoh masalah yang dapat kamu selesaikan dalam pekerjaan ini?” © Pertanyaan ini akan merujuk secara spesifik pada pekerjaan yang kamu lamar. Melalui pertanyaan interview ini, user akan menguji seberapa dalam kamu memahami pekerjaan yang kamu lamar sehingga kamu bisa memberi contoh kasus serta bagaimana mengatasinya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk melalukan riset terdalam terkait kasus dalam pekerjaan yang akan kamu lamar ini. Sebagai contoh, kamu melamar sebagai digital marketing pada sebuah perusahaan. Maka contoh kasus yang dapat kamu berikan adalah bagaimana caranya menyusun marketing campaign melalui media sosial yang efektif. 6. “Mengapa saya harus menerima kamu?” © Freepik Dilansir dari Inc, pertanyaan ini cukup umum ditanyakan saat interview. Pertanyaan ini pada umumnya akan menutup sesi interview bersama user. Kamu harus bisa memberikan jawaban atas pertanyaan ini sebagai penutup yang mengesankan. Kamu dapat menjawabnya dengan menjelaskan bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk perusahaan ini. Tunjukkan bahwa kamu dan perusahaan memiliki tujuan yang selaras dan dapat saling memberikan manfaat satu sama lain. Kamu bisa menambahkan bahwa kamu akan berkontribusi pada perusahaan melalui kemampuan dan kerja kerasmu. Jangan lupa sebutkan perusahaan dapat membantumu untuk terus berkembang dengan memberikanmu pelajaran dan pengalaman baru. Semoga rangkuman dari Glints ini akan lebih membantumu mempersiapkan diri untuk segala tahap pertanyaan interview user, ya! Jika kamu sudah siap, kamu bisa langsung melamar pekerjaan. Di marketplace lowongan kerja Glints, kamu bisa menemukan ribuan pekerjaan dari berbagai macam bidang. Tipe pekerjaan apa pun juga ada, mulai dari magang, part-time, full-time, bahkan sampai freelance. Yuk, buat akun profesionalmu dan kirimkan lamaranmu! 100 Potential Interview Questions 27 Most Common Job Interview Questions and Answers

apa yang sudah kamu pahami dengan baik